Cream Magic Plus | Magic Plus White Cream | Cream magicly 3 in 1


Customer Service

0852-3356-0743
(SMS/WA No Call)
pin bbm : 5FA47613

Rekening Pembayaran



By Admin  Article Published 11 December 2014
 
Jerawat yang terinfeksi kuman bukan tak mungkin meninggalkan bekas lebih permanen atau parut di wajah. Tak indah, bukan, jika wajah cantik Anda dihiasi bekas-bekas jerawat?
 
 
 
Berikut mitos dan fakta tentang jerawat :
 
1. Tidak Menggunakan Pelembap

Ini juga bukti lain mengenai mitos tentang jerawat . Menjaga kulit tetap kering secara berlebihan dengan menghindari pelembap sama sekali bukan cara yang baik mencegah jerawat. Ketika kulit terlalu kering dan mengelupas, sel kulit mati dapat menumpuk di wajah. Ini akan menyebabkan pori-pori tersumbat. Selanjutnya, produksi minyak pada kulit yang terlalu kering justru berkontribusi menyebabkan jerawat. Artinya, kendati Anda berjerawat, tetap gunakan pelembap. Namun, pilih yang bersifat no pore-clogged untuk penampilan sehari-hari.
 
 
2. Pasti Stres!

Saat wajah tiba-tiba berjerawat, tandanya Anda sedang stres. Benarkah? Beberapa penelitian soal kaitan jerawat dan ujian akhir mahasiswa pernah dilakukan oleh para ahli di Amerika. Kendati demikian, sulit memastikan jika stres adalah penyebab timbulnya jerawat. “Tidak semua responden mahasiswa yang berjerawat menjadi semakin berjerawat selama masa stres. Jadi, stres tidak memainkan peran utama sebagai pemicu jerawat. Dan, kami belum melihat studi yang menunjukkan hormon stres membuat jerawat memburuk,” ungkap Amy.
 

3. Makan Cokelat
Makanan berminyak dan manis kerap dinilai sebagai penyebab jerawat timbul. Seorang dermatologist dari Great Barrington, Illionis, Amy Derick, MD., FAAD., menampik jika cokelat dan kafein dapat menyebabkan jerawat. “Memang ada beberapa penelitian yang mengaitkan makanan dengan jerawat. Seperti susu segar yang meningkatkan produksi hormon serta mengandung banyak bakteri sehingga dapat memicu jerawat. Namun data yang digunakan juga tidak begitu kuat,” ujarnya.

Senada dengan Amy, Clare A. Pipkin, MD., dermatologis dari Duke University School of Medicine, juga menampik jika makanan berminyak menyebabkan jerawat, termasuk kacang dan cokelat. “Makanan berlemak tidak berdampak sama sekali pada kesehatan kulit. Akan tetapi, kondisi kulit yang menjadi lebih berminyak dapat menyebabkan sumbatan pori-pori sehingga terjadi jerawat,” ungkap Pipkin.

Sementara itu, kondisi kulit berminyak ini disebabkan oleh kelenjar minyak alias sebasea yang mengalami hiperaktivitas sehingga terjadi ketidakseimbangan produksi dan pengeluaran lemak yang mengakibatkan sumbatan.

 

4. Sering Cuci Muka


Mencuci wajah berkali-kali dalam sehari, menggunakan face scrub , dan astringent keras justru akan memicu jerawat lebih buruk. “Penelitian pada remaja yang wajahnya berjerawat menunjukkan jika mencuci muka dua kali sehari lebih efektif ketimbang sekali saja. Namun bukan berarti mencuci wajah lebih sering menjadi lebih baik. Pasalnya, jika dilakukan berlebihan, justru akan membuat kulit kering yang memicu iritasi serta jerawat,” saran Amy.

Pembersihan wajah dapat menggunakan produk yang diformulasikan untuk kulit berjerawat, biasanya mengandung asam salisilat ataubenzoyl peroxide . Selain itu, tetap lakukan perawatan dengan krim antijerawat. “Mengenakan produk krim berkandungan retinoid lebih mujarab daripada mencuci wajah berkali-kali,” ungkap Amy.

 

5. Sering Berjemur


Perbanyak waktu kulit wajah terpapar matahari untuk mengenyahkan berjerawat? Hm... ini hanya mitos tentang jerawat . Memang, sedikit paparan sinar matahari dapat meredakan jerawat. Namun paparan sinar matahari secara terus-menerus justru akan menyumbat pori-pori, menghasilkan komedo hitam, komedo putih, hingga jerawat kecil.

Jadi, pastikan untuk selalu menggunakan tabir surya non-komedogenik (non-pori-clogging) saat kulit sedang rentan berjerawat. Tabir surya jenis ini tidak berisiko menyumbat pori sehingga tak memicu jerawat makin parah.



Related Article